investama

Aksara Suci Leak Bali

Baliku Yang Indah | Aksara Suci Leak Bali

aksara leak bali
Kekuatan aksara-aksara suci menurut Hindu, merupakan sebuah kekuatan dari sinar Tuhan, apabila aksara tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan diperlakukan demi kepentingan orang lain, maka masyarakat akan banyak dibantu, terutama masalah pengobatan dan apabila seseorang salah menerapkan aksara-aksara suci tersebut, maka dipastikan banyak penderitaan yang akan terjadi tidak saja diri sendiri, tapi juga orang lain.
Orang yang mampu membaca aksara suci merupakan orang suci, karena aksara-aksara suci merupakan lambang dari para dewa, hanya
orang sucilah yang mampu menembus alam dewa, tapi banyak orang suci yang menyalahgunakan kesucianya dengan memberdaya orang lain, sehingga hidupnya menderita dan berpengaruh pada anak cucunya. Siapapun yang mampu menyolahkan sastra (menarikan sastra), maka dia akan diberikan sebuah hak, seperti hak preogratif untuk melakukan apapun didunia ini, jika dipergunakan untuk kebaikan, maka dia mampu menjadi orang yang tak terkalahkan dalam membantu sesama yang memiliki kesalahan, namun jika dipergunakan untuk kejahatan dengan mudahnya menyakiti orang, cukup dengan pandangan mata saja, tapi jika orang tersebut tidak kekiri atau kekanan, tapi lurus ke atas, maka orang ini akan mencapai penyatuan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Aksara suci yang terbagi dalam aksara bijaksara serta modre sebagai sebuah simbol berperanan menambah kekuatan magis religius usada di Bali. Setiap balian usada mesti menguasai tentang pembuatan, fungsi, makna dan cara penggunaan aksara suci Bali tersebut sebagai sarana dalam pengobatan dan mempercepat proses pengobatan pasiennya.
Balian yang mendalami tentang pengangge aksara, terutama Balian Pangiwa, disebut menguasai ajaran Durga. Penyebutan ini didasarkan atas tujuan penguasaan ilmu ini disasarkan dan diarahkan ke hal-hal negatif atau kiwa yang sejalan dengan tujuan keberadaan dewi atau Bhattari Durga. Bhatari Durga bertempat di Pura Dalem dekat kuburan. Ketika berada di Sorgaloka, sebagai istri Dewa Siwa, Dewi Durga berparas cantik disebut Dewi Uma. Pada suatu ketika Dewi Uma berbuat kesalahan, kemudian dikutuk menjadi Durga dan makanannya adalah mayat. Pada suatu hari tidak ada orang yang meninggal, sehingga Dewi Durga kelaparan, kemudian beliau beryoga memohon anugrah kepada Dewa Brahma, agar mampu membuat penyakit (wabah), sehingga manusia jatuh sakit dan meninggal. Melihat ketekunan Dewi Durga, maka Dewa Brahma memberikan anugrah, tetapi orang terkena wabah adalah orang perbuatan di dunia menyalahi dharma atau kebenaran. Jika seseorang sudah berbuat dharma, berbuat kebajikan dalam menjalani kehidupanya didunia, hidup sesuai aturan kesehatan, maka dia tidak akan terkena wabah yang disebar Dewi Durga.

Ongkara Sungsang dan Ongkara Ngadeg

Setiap aksara mengandung sebuah kekuatan magis, jika aksara satu saja diputar-putar atau dimainkan kemudian diarahkan ke tujuanya, pasti akan ada reaksi, contoh: jika aksara Ongkara Sungsang ditempatkan di setiap sudut pengusung bade ditambah dengan kekuatan dasabayu, maka berapapun pengusung bade akan merasa berat untuk mengangkat bade tersebut, begitu pula sebaliknya, jika ongkara ngadeg ditempatkan disetiap sudut, meskipun pengusung hanya beberapa orang, namun bade terasa ringan jika diangkat itulah kehebatan orang yang dapat memainkan sastra.

Pengagge Aksara

Di Bali para Balian Pangiwa sering memanfaatkan pengangge aksara untuk tujuan membencanai orang lain. Tujuanya bertentangan dengan dharma:
pengangge aksara wisah dapat dipergunakan untuk aneluh, sebuah kemampuan membuat teluh. Teluh merupakan sosok mahluk mirip manusia dengan muka bengkak besar, mata mencorong, seperti rangda.
Bila mampu menggabungkan pengangge aksara wisah dengan taling, maka kemampuanya dapat dipergunakan untuk anerangjana, suatu kemampuan untuk terangjana. Terangjana adalah sosok lawat atau bayangan mahluk berwujud manusia.
Jika Pengangge Wisah, taling, dan cecek digabungkan jadi satu dapat dipergunakan untuk anuju, suatu kemapuan untuk membuat tuju teluh, berarti dia mampu membuat sosok mahluk mirip manusia dengan berbagai bentuk yang menakutkan sesuai dengan sasaran yang dituju. Agar mampu mengubah diri menjadi binatang atau bentuk lainya dipergunakan pengangge Wisah, taling, cecek dan suku, maka dia disebut Leak.
Apabila seseorang penekun leak bali sudah mencapai tingkat sembilan (silahkan baca tingkatan ilmu leak), maka orang tersebut sudah menjalankan aksara dengan bebas, sesuai kemauan, maka dia sudah disebut seorang Desti. Dimaksud dengan Desti adalah kemampuan untuk menyakiti orang lain agar jatuh sakit melalui media, media berupa rambut, kuku, tanah, pakaian, perhiasan dan benda milik target. Apalagi balian tersebut mampu mempergunakan Panca Aksara, Tri Aksara, Dwi Aksara sebagai badan kasarnya, maka dia disebut Raja Agung atau raja besar, ahli Desti Mahautama

Eka Aksara – Ongkara

Aksara-aksara suci Bali dalam teologi lokal Bali, merupakan warisan para leluhur masyarakat Bali, yang tertuang dalam beberapa teks-teks termasuk juga teks-teks berkaitan tentang ilmu leak, aksara-aksara suci terdapat dalam mantra-mantra ilmu leak, bahkan eka aksara yang merupakan perwujudan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sering dipergunakan dalam ajaran ilmu leak, berikut penjelasan tentang eka aksara: ONGKARA.

aksara suci liak baliUlu Candra

Simbol diatas merupakan perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa, terdiri dari Nada merupakan simbol Sang Hyang Parama Siwa, paragayan Purusa; Arda Chandra berbentuk bulan sabit, simbol Sang Hyang Siwa, paragayan Pradana; Windu berbentuk bulatan, merupakan simbol Sang Hyang Sadasiwa, paragayan banci. Ulu Chandra biasanya dipakai menyengaukan huruf-huruf gaib, yang lazim dipergunakan menulis kata-kata bijaksara, weda dan mantra.
Dalam sastra-sastra ilmu leak bali yang sering dipergunakan adalah penyatuan terhadap aksara-aksara suci, jika mampu memanunggalkan aksara-aksara tersebut sampai pada tingkat ongkara, maka mereka mendapat sebuah anugrah luar biasa. Aksara Suci Leak Bali tersebut menggabungkan Sodasaksara menjadi Catur Dasa Aksara, Catur Dasa Aksara menjadi dasa aksara, dasa aksara menjadi panca aksara, panca aksara menjadi tri aksara, tri aksara menjadi dwi aksara, dwi aksara menjadi eka aksara yaitu ongkara itu sendiri, maka yang bersangkutan akan mampu berbuat apapun didunia ini, bahkan pada tahap penyatuan.

Sumber : umaseh

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t  

No comments:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar, kritik atau saran anda

Jika Suka, Silahkan Beramal Gan, Klik Suka/Like Dan Follow Blog Ini Ya




BANNER SAHABAT BALIKU YANG INDAH

BANNER SAHABAT BALIKU YANG INDAH
    baliku yang indah HIDUP itu indah, dengan cara berbagi sesama ~^O^~ ~ BLOG-nya anak GAUL masa kini SWOM.COM KLIKOT INTERNET MARKETING Info Tentang Kesehatan Dan Obat Tradisional Blogger Copas Berbagi Info  Blog Info Tentang Kesehatan dan Pendidikan Gede Sitdown Blog Catatan Diani Made Blogger Copy Pazte Koko Nax Sasih Blog's

Sudah Baca Artikel di Bawah Ini?

Daftar Blog Bacaan Saya